Select Menu

ads2

ads2

Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Slider

Racing

Videos

» » » » » Makam Ki Ageng Wonokusumo Wonontoro
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Keletakan
Makam Ki Ageng Wanakusuma terletak pada sebuah bukit kecil di wilayah Wonontoro, Jatiayu, Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kompleks makam/cungkup berada di bawah pohon sawo kecik, dan beringin raksasa Cungkup makam Ki Ageng Wanakusuma berpagar tembok dengan pintu besi yang selalu digembok.

Tokoh Ki Ageng Wanakusuma
Ki Ageng Wanakusuma adalah salah satu tokoh keturunan trah Giring dan Tembayat. Dia adalah putra dari Ki Ageng Giring IV. Jadi, ia adalah cucu Ki Ageng Giring III (yang berebut wahyu dengan Ki Ageng Pemanahan). Demikian menurut silsilah yang tercantum di kompleks makam ini. Bila ditarik garis ke atas lagi, maka Ki Ageng Wanakusuma adalah cucu canggah dari Ki Ageng Pandanarang (Sunan Pandanarang). Ki Ageng Wanakusuma ini kelak menurunkan Ki Ageng Wanakusuma II yang kemudian berputra Pangeran Kajoran atau Panembahan Rama. Dari Panembahan Rama ini kelak lahir Kanjeng Ratu Pelabuhan yang menjadi istri dari Sunan Amangkurat Agung.
Tokoh Ki Ageng Wanakusuma sering dikaitkan dengan nama tempat dan sekaligus nama tokoh. Sebagai nama tempat Wanakusuma dikaitkan erat dengan nama Wanasari (ibukota Kabupaten Gunung Kidul). Nama tempat dengan kata wana menunjukkan bahwa dulu di tempat tersebut terdapat hutan yang lebat. Sebagai sebuah tempat Wanakusuma mengacu pada sebuah makam yang juga menjadi pusat kehidupan rohani kerabat Wanakusuma. Makam tersebut ditengarai berada di sebuah padukuhan terpencil di dalam hutan. Ki Wanakusuma sendiri bertindak sebagai sesepuh pada komunitas tersebut.

width="377">
Dalam buku karangan H.J.de Graaf, Het Kadjoran Vraagstuk (Masalah Kadjoran) disebutkan bahwa orang-orang Wanakusuma tampil pertama kali sekitar tahun 1681. Pada bulan Agustus 1681 pasukan Sunan Amangkurat II mengejar laskar Pangeran Puger. Kekuatan pasukan Sunan adalah 2500 orang sedang laskar Pangeran Puger sekitar 10.000-an orang. Pengejaran pasukan Sunan ini dengan tiba-tiba dihadang oleh Mas Sutadita, salah seorang keturunan Wanakusuma yang berkekuatan 1000-an orang. Dalam peristiwa ini pasukan Sunan dapat dipukul mundur sampai 2 jam perjalanan dari Kartasura. Pasukan dapat diselamatkan setelah pada tanggal 18 Agustus 1681 Komandan Yacoub Couper dan pasukannya dikirim ke tempat tersebut dan berhasil menghancurkan laskar Sutadita. Di pihak Sutadita dilaporkan ada 100 orang tewas dan 16 ditawan, diinterogasi dan kemudian juga dibunuh. Pelarian laskar atau orang-orang Wanakusuma yang masih berkekuatan sekitar 350 orang ini dikejar oleh Couper dan pasukannya.
Kelompok orang yang bernaung di bawah panji-panji Wanakusuma seperti patah tumbuh hilang berganti. Salah satu kelompok Wanakusuma di bawah pimpinan Kartanadi dan Kartanagara. Kelompok ini bahkan pernah menjadi sekutu Pangeran Puger pada sekitar bulan November 1681. Pada tahun 1682 kelompok Wanakusuma ini bahkan berhasil menguasai wilayah yang cukup luas, mulai dari Panaraga, Keduwang, dan bagian barat Gunung Kidul.
Bangunan Fisik Makam Ki Ageng Wanakusuma
Batu nisan Ki Ageng Wanakusuma terbuat dari batu andesit. Panjang batu nisan sekitar 1,80 meter, tebal 40 Cm, tinggi 60-an Cm. Batu nisan selalu dalam keadaan tertutupi kain mori putih. Nisan Ki Ageng Wanakusuma dilindungi oleh bangunan berupa cungkup dengan ukuran sekitar 9 m x 9 m. Di dalam cungkup tersebut juga terdapat 9 nisan lain. Sembilan nisan tersebut menurut jurukunci setempat, Bp. Surakso Karnoto (71 tahun) adalah nisan dari pengikut-pengikut setia Ki Ageng Wanakusuma.

About fiand

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply